Kamis, 09 April 2015

RECOVERY FILE TERHAPUS DROPBOX DAN SEMACAMNYA

Suatu ketika karena memory telepon pintar ku sudah penuh akhirnya jalan satu-satunya adalah menghapus photo-photo yang ada di dalam telepon pintarku, karena saya memakai dropbox maka saya yakin file di komputer yang terhubung dengan dropbox tersebut tak akan hilang. Beres sudah menghapus dan karena kapasitas dropbox juga terbatas akhirnya saya menghapus juga yang di dropbox. Tenyata oh ternyata karena dropbox sedang terhubung ke komputer saya hasilnya adalah semua file saya hampir menghilang karena saya baru sadar sinkronisasi file adalah berjalan sama dengan yang ada di sistem cloudnya dropbox.

Sebagai orang yang paham tentang recovery (sedikit sih paham dari orang kebanyakan) maka saya langsung memasang software yang ringan dulu untuk recovery yaitu Recuva dimana recuva dapat memulihkan file yang terhapus kecuali file tersebut tidak tertimpa dengan file yang baru. Lanjut setelah terpasang (Ingat sebelum memasang di setupnya ada pilihan Bahasa Indonesia paling atas... agar mudah dimengerti) maka dijalankanlah ke folder yang hilang seperti contoh berikut:


Pilih Semua file dan klik selanjutnya kemudian muncul lokasi file dan pilih di lokasi tertentu. Setelah itu pilih Jelajahi..

Kemudian lakukan langkah berikut:




Beristirahat sejenak sambil menunggu prosesnya, jika hasil belum terlihat tetapi sudah selesai maka langkah selanjutnya adalah klik tombol pilihan disebelah kanan. Kemudian muncul jendela pilihan. Tujulah ke Tab Tindakan dan centang Tampilkan file yang ditemukan dalam direktori tersembunyi sistem, beralih ke centang berikutnya yaitu Tampilkan file yang ditimpa dengan aman dan centang berikutnya Pindai untuk file-file tidak-terhapus (untuk pemulihan dari kerusakan atau format ulang disk). Setelah klik OK dan tekan Pindai, tunggulah sampai hasilnya keluar.

Hasil yang keluar saya terkejut karena filenya tidak terhapus tapi dipindahkan sementara ke "....DROPBOX\Dropbox\.dropbox.cache\2015-04-10" karena sudah terlalu bersemangat maka saya sorot semua dan pulihkan ke harddisk yang lain (Ingat untuk hasil yang bagus diharuskan ke harddisk yang lain atau partisi harddisk yang lain). 

Setelah berhasil diselamatkan maka saya memeriksa dan ternyata filenya berubah seperti contoh berikut "...nama file asli... (deleted xxxxxxxxxxxxxxxx.jpg". Teringat ada satu aplikasi yang dapat mengatasi itu semua dengan satu klik yaitu "BULK RENAME". Dipasanglah software tersebut dan tampillah seperti berikut:




  1. Lihat file yang akan diubah dan pastikan sesuai dengan yang kita inginkan pada yang tertera di samping warna hijau.
  2. Karena kita ingin menghapus bagian belakang maka klik tombol last sampai hasilnya sesuai (lihat yang saya tandai warna merah dan diatasnya ada kata kedua).
  3. Sekarang kita dapat memilih lokasi yang sesuai dengan kehendak kita ataupun kita kembalikan ke partisi semula tapi beda folder (lihat langkah ketiga)
  4. Jalankan program (lihat kotak keempat.


Demikianlah saran saya atas recovery filoe karena terhapus di dropbox...

Salam Recovery...

Rabu, 18 Maret 2015

Ormas yang Salah Kaprah

Terkait berita tentang kerukunan beragama bahwa Pemerintah menjmin kebebasan pemeluk agama untuk menajalankan kegiatan keagamaannya dan pemerintah seharusnya mendukung segala perijinan untuk membangun rumah ibadah..
Tapi berbeda dengan beberapa Gereja yang sekarang masih "ngambang" tentang status perijinan tersebut bahkan salah satu ormas keagamaan dan juga masyarakat ISLAM sekitar Bogor menolak perijinan bangunan tersebut bahkan menolak keberadaan agama lain berada di kota bogor. Menurut berita yang ada disini bahwa pemerintah juga menolak perijinan tersebut..
Apakah sebegitu parahkah kerukunan umat beragama yang ada di pikiran ormas tersebut dan umat yang disangkutpautkan kepada berita tersebut apakah benar-benar sudah tidak ada toleransi umat beragama lagi??? Apakah pemerintah tidak mampu untuk menghapus dari Indonesia ini ormas seperti mereka yang notabene hanya mengandalkan kekerasan dalam memberantas kejahatan???


Posting ini dimuat ulang untuk blog pribadi dan telah dipublikasikan di kompasiana tgl. 1/12/2011

Page View "Queen" yang Mencengangkan...

Berawal kisah ini terjadi di sebuah forum kompas.com yang mengadakan lomba untuk mem"publish"kan forum ini ke yang lainnya dan mengingat berketepatan dengan HUT RI ke-66 maka diadakanlah lomba dengan judul "Merah Putih Membanggakan. Sejak awal saya juga kurang yakin bahwa para admin dapat fair / para pesertanya juga fair sebab peraturannya yang utama adalah jumlah page view sebuah thread yang menjadi tolok ukur pemenang....
Pada hari pertama dan kedua semua peserta lomba masih ada yang fair walaupun ada salah seorang dari warga kompasiana juga yang mengikuti lomba ini dengan trik dibuat tulisan sendiri dengan catut sana catut sini dan diramu menjadi satu tulisan yang informasinya juga jadi terpecah dan kemudian oknum kompasiana tersebut mengikutsertakan tulisan yang ada dibuat olehnya kedalam lomba tersebut. Orang tersebut juga sudah mencurigakan page viewnya yang melonjak drastis pada hari kedua lomba tersebut... sehingga saya berinisiatif mencari kelemahan baik dari isi tulisan di forum tersebut dan juga sumbernya yang berada di kompasiana ini.
Setelah ketemu kelemahannya maka saya mempostkan sumbernya tersebut ke si oknum dan dijawab dengan baik bahwa itu asli dari sana. setelah dipikir-pikir tidak ada niat baik dari si oknum tersebut akhirnya saya melaporkan tulisan yang ada di kompasiana tersebut ke admin sehingga tulisan tersebut pun ditutup.  permasalahan pertama telah selesai.
Besok harinya ada id yang bernama "queen" dengan isi postingan asli dari sumbernya dan ditelusuri sumbernya memang bukan hasil jiplakan dari yang lain dan pada mulanya semua pun mendukung oknum tersebut untuk meneruskan publish berita tersebut dengan caranya sebab page viewnya masih dalam batas normal...
Dari sinilah awal tragedi yang mencengangkan..... Apa sebab? Sebabnya adalah page view oknum tersebut meningkat drastis dalam hitungan detik diluar nalar manusia. Dapat anda bayangkan dalam satu minggu page viewnya oknum ini mencapai 1,5 Juta lebih sehingga di thread awal pengumuman lomba MPM tersebut bermunculan protes-protes kecil dari dedengkotnya forum kompas tersebut yang dapat anda simak di sini....
Tetapi setelah dedengkotnya protes adminnya menjawab dengan santai bahwa Peraturan tetap dijalankan dan keputusan akan diumumkan sesuai dengan peraturan tersebut.  Beberapa hari terakhir ini bahkan ada yang protes ke thread oknum tersebut dan diakui bahwa dia mempostkan ke socmed.com...  Yang tidak habis pikir bahwa seorang yang baru bergabung dan ditelusuri ke akun twitternya dan facebooknya bahwa dia tidak setenar dan sepopuler page viewnya di forum kompas. Bahkan ada yang memberikan datanya sekaligus baik di thread pengumuman lomba bahkan di thread lomba tersebut...
Dan kemarin admin forum tersebut sedikit melunak dengan adanya postingan sebagai berikut:
Makasih pengertiannya, percayalah bahwa kami tidak diam saja tapi juga aktif menyelidiki indikasi kecurangan meski prosesnya gak mudah. Yang pasti kami hanya akan mendiskualifikasi peserta bila ditemukan bukti bukan indikasi. Pengumuman pemenang belum dibuat, siapa tahu akan ada kejutan pada saat diumumkan. Who knows.
Yang saya heran dan saya juga telah mengajukan beberapa pertanyaan di forum lain tentang trik / apa saja yang bisa untuk meningkatkan page view sebuah forum dalam sekejap tapi malah tidak ada yang menanggapi...
Saya juga berpesan kepada admin yang disini di kompasiana jika mengadakan lomba / sejenisnya diharapkan jika tidak menguasai bidang webmster dan sejenisnya dimohon tidak memberlakukan aturan pemenang dengan jumlah page viewnya. Jadilah kejadian di kompas forum tersebut menjadi bahan pelajaran begitu lemahnya sebuah penghitungan sebuah web yang dapat diakali mungkin dengan bot / script / cheat sebuah forum...
Demikian saya tuliskan reportase dari forum kompas yang terjadi beberapa hari ini dan saya tidak berminat lagi menunggu hasil pengumuman pemenang lomba tersebut...
Salam damai dari saya...


Posting ini dimuat ulang untuk blog pribadi dan telah dipublikasikan di kompasiana tgl. 26/8/2011